Sosialisasi: Pengertian, Tahapan, dan Agen Sosialisasi
Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses belajar seorang individu dalam memperlajari nilai-nilai, norma, kebudayaan, dan mempelajari peran sosial di masyarakat. Sosialisasi merupakan proses yang terjadi mulai dari manusia lahir sampai tumbuh dewasa.
Beberapa pengertian Sosialisasi menurut ahli
Menurut Peter Berge, sosialisasi sebagai proses melalui mana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat.
Menurut Paul B. Horton, sosialisasi adalah suatu proses di mana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
Menurut Charlotte Buhler, pengertian sosialisasi merupakan suatu proses belajar dan menyesuaikan diri untuk membantu anggota masyarakat dalam memahami bagaimana bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya. Ia juga berpendapat bahwa sosialisasi bertujuan agar anggota masyarakat dapat berperan dan berfungsi dalam kelompok tersebut.
Tahapan
Menurut George Herbert Mead terdapat 3 tahapan sosialisasi, yaitu:
Play Stage
Proses anak mulai belajar mengambil peran orang di sekitarnya, namun belum paham dengan isi peran-peran yang ditirunya. Ia mulai menirukan peran yang dijalankan oleh orang tua (misalnya), tergantung dengan siapa ia sering berinteraksi. Orang-orang yang menjadi target interaksi pada tahap awal sosialisasi disebut significant others.
Contoh : Meniru peran yang dijalankan sebagai ayah, ibu, dokter, polisi, astronot, dsb.
Game Stage
Seorang anak telah mengetahui peran yang harus dijalaninya dan mengetahui peran orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Pada tahap ini seseorang telah dapat mengambil peran orang lain.
Contoh : Seorang anak sedang bermain softball dalam suatu pertandingan. Ia menjadi seorang pemukul bola. Di saat ia sedang menjadi pemukul bola, iapun mengetahui peran-peran yang dijalankan oleh pemain lain, seperti penangkap bola, pelempar bola, pelatih, dsb
Agen Sosialisasi
Mengacu pada pengertian sosialisasi, sosialisasi dapat terjadi apabila memiliki perantara atau media. Perantara itu biasanya disebut sebagai agen sosialisasi. Berikut ini adalah empat agen sosisalisasi:
1. Keluarga
Media sosialisasi yang pertama kali diterima oleh setiap individu adalah keluarga. Interaksi dalam keluarga yang biasanya terdiri dari ayah, ibu, saudara, dan lain-lain merupakan tempat yang tepat untuk individu dalam mengenal dunia sekitarnya.
Contoh sosialisasi di keluarga bisa dilihat ketika makan malam bersama, ketika menonton tv bersama, hingga ketika diskusi keluarga. Orang tua cenderung menyampaikan hal-hal yang perlu diketahui oleh anak-anaknya, seperti nasihat atau arahan tentang cara berperilaku di sekolah maupun di masyarakat.
2. Teman
Setelah keluarga, proses sosialisasi terjadi melalui jalinan pertemanan. Interaksi anak-anak bersama teman sebayanya dapat menjadikan proses sosialisasi. Yang mana, interaksi tersebut dapat membuat anak sekaligus temannya dapat mempelajari nilai dan norma yang baru. Contoh sosialisasi yang sering terjadi di lingkungan pertemanan seperti bermain, bercanda, bekerja sama, dan lain sebagainya.
3. Sekolah
Setelah individu mengalami pertumbuhan, ia akan dihadapkan pada tempat sosialisasi yang lebih besar yaitu lembaga pendidikan atau sekolah. Lembaga pendidikan merupakan tempat yang memberikan pengaruh paling besar dalam bersosialisasi bagi semua orang.
4. Media Massa
Media massa juga dapat menjadi tempat terjadinya proses sosialisasi. Media massa dapat memberikan informasi-informasi baru yang belum diketahui, baik itu positif ataupun negatif. Di era digital sekarang, media massa menjelma menjadi media sosial yang tersaji di dalam gawai setiap orang. Tidak dapat dipungkiri, media sosial ini akan menjadi agen sosialisasi paling berpengaruh di masa yang akan datang.
Komentar
Posting Komentar